Selasa, 01 Juni 2010

Tentang Mahasiswa Klinik a.k.a Coas Gigi


بسم الله الرحمن الرحيم

Kata "Klinik" (bukan "klenik" yah), bagi sebagian besar mahasiswa kedokteran gigi nampaknya jadi momok yg sangat menakutkan. Yah, tempat dimana kita berpacu dgn waktu utk mengejar requirement, dengan tujuan yg sama, yakni ingin cepat lulus jadi dokter gigi. Masa klinik (khususnya klinik integrasi) di FKG UI sangat berbeda dgn preklinik dalam berbagai hal, antara lain:

PERTAMA
Di klinik tdk ada lg jadwal kuliah dan diskusi yang baku, yang ada hanya jadwal pasien (yg kita atur sendiri), dan juga jadwal diskusi dgn dosen (yg juga kita atur sendiri)

KEDUA
Di klinik gak akan ada yg mempertanyakan kehadiran kita, emang sih ada absen, tapi itu bebas lo isi kapan aja, gak peduli lo datang jam berapa dan pulang jam berapa, dan gak ada yg ngawasin (kecuali Allah)

KETIGA
Di klinik, yang menentukan kelulusan kita ada banyak hal alias multifaktorial, persis seperti karies gigi yang etiologinya multifaktorial. Faktor-faktor itu antara lain: Pasien, duit, dosen, skill, dan KEBERUNTUNGAN

KEEMPAT
Di klinik, entah kenapa saya merasa Kepintaran Teori menjadi tidak begitu penting (terkadang yah, tapi gak selalu), tapi yg lebih penting adalah Skill Praktik, komunikasi, manajemen waktu, manajemen stress, manajemen uang, taktik, strategi, optimisme, kejujuran, dan yg paling penting adalah doa.

Kalo kata saya: anak preklinik berpikir teoritis, anak klinik berpikir praktis. (iya gak?)

Yaah, ini hasil pengamatan dan perenungan saya sendiri sih. Saya ini bisa dibilang mahasiswa FKG UI yang otaknya sangat pas-pasan, tp saya oke2 dan enjoy2 aja di klinik (tanya kenapa?). Pengalaman organisasi mungkin penting juga dalam hal ini, karena banyak sekali yang bisa diaplikasikan dlm kehidupan klinik, khususnya dalam hal manajemen.

Tapi bukan berarti kita jadinya gak belajar sama sekali. Kalo bego'nya keterlaluan ya kebangetan juga, 3,5 tahun belajar apa mas?mbak?

Intinya sih, asal bisa melakukan prosedur perawatan dengan benar, dan ngerti dikit teorinya, udah cukup kok.

Teori2 biasanya diperlukan dalam diskusi dgn dosen, atau utk menghadapi dosen2 yang hobi ngetes dan nanya2,,,hehehe

KELIMA
Di klinik, entah kenapa, dosen2nya jadi lebih "galak" dibanding preklinik, gak semua sih, tapi ada beberapa. Galak disini biasanya kalo kita melakukan suatu kesalahan prosedur atau gak bisa jawab pertanyaan dia. Yah wajar kali yah, kita udah belajar kedokteran gigi 3,5 tahun, dan skrg kita berhadapan dgn manusia, bukan phantom atau model yang bisa seenaknya kita bolak-balik atau kayak di praktikum, jadi wajar aja kalo dosennya marah. Saya ngerti kok, dibalik itu semua mereka ingin kita jadi lebih pinter, lebih hati2, dan lebih siap terjun ke masyarakat yg mungkin cobaannya jauh lebih berat. (Cieh, bijak amat sih lo roel..). Tapi gak cukup sampai disitu, mahasiswa klinik yg berbuat kesalahan atau gak bisa jawab pertanyaan juga wajar sih, ya namanya juga manusia, kan gak pernah luput dari kesalahan. Hehe, biar adil dong dan biar gue gak dibilang memihak pada dosen. Tapi kalo mau jujur dari lubuk hati saya (dan pastinya semua mahasiswa klinik) yg paling dalam, kita sangat merindukan dosen2 yang baik hati, tidak pemarah, lemah lembut, sabar, dan mau membimbing dengan ikhlas (maunya...). Yah tapi kalo semua dosen kayak gitu, mungkin kehidupan klinik jadi membosankan dan gak ada dinamika kali yah?? iyalah orang jadinya datar2 aja, gak ada tantangan dan rintangan, padahal tantantang itu yg bisa membuat kita jadi lebih kuat dan maju. Iya gak? iya dong!

Lah?jadinya lo maunya yg kayak gimana roel? Yaah, maunya apa adanya aja lah, gak usah minta macam2, apa yg ada di jalanin aja, bisa gak? insya Allah bisa lah, kalo kata motivator: "You can, if you think you can!"

KEENAM
Di klinik, gak ada lagi yg namanya libur semester, yang ada hanya libur nasional dan sabtu minggu. Hikz, terkadang iri juga ngeliat anak preklinik yang libur 2-3 bulan, sementara kita, masih berkutat di klinik. Yeah, tapi tetep bangga lah, kite udah sarjana, lo belom, kite udah bisa megang pasien, lo belom..weeek :p, libur2 deh sono..wakakaka, becanda deng (jangan tersinggung anak preklinik). Tapi setelah saya renungi, ini ada hikmahnya juga. Pernah dengar pepatah: "berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian - bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian"? Yeah,,,that's the point! Apaan? nangkep gak? Ya itu, biarin libur dikit, tapi setelah ini kt akan menikmati kebahagiaan yang lebih indah dibanding sekedar libur, yakni lulus jadi drg. Bahagia gak kalian jadi drg.? Pastilah ya, bukan cuma kita, tapi orang tua, keluarga, dan kerabat2 kita pasti juga bahagia. Sederhananya gini aja deh, apakah kita mau diberi libur panjang, tapi waktu utk jadi drg. jadi lebih panjang? gak mau kan. Yah, karena saya yakin pembuat kebijakan lama pendidikan profesi kedokteran gigi telah mengatur waktu tercepat utk kita bisa lulus.

***

Yah, itu sedikit review dari saya tentang klinik. Terakhir, saya ingin berpesan kepada rekan2 mahasiswa klinik, khususnya saya sendiri:

SEMANGAT! dan Nikmatilah hari-harimu sebagai mahasiswa klinik, jangan dijadiin beban, think positive, jatuh-bangun dan gagal itu biasa. Bukan masalah berapa kali kita gagal, tapi sejauh mana kita bisa bangkit lagi. Memang di klinik kita akan banyak sekali menghadapi masalah, tapi ingatlah, masalah akan membuat kita semakin kuat, semakin dewasa, dan semakin bijak. Hadapi dan selesaikan masalah itu, you can do it...!!!

Dan satu lagi, jangan MT yah...bantulah temanmu yg butuh pertolongan. Jangan sampai ambisi kita membuat kita jadi menindas dan membuat teman kita jadi korban. Please jangan.

Oke itu aja deh...:)

NB: Sempat2nya nulis padahal lapsus konser belum kelar...whaaaa

Salemba, 1 Juni 2010
23.11


Sabtu, 29 Mei 2010

Hukum Hipnotis

بسم الله الرحمن الرحيم

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya yg berinisial RWR, pernah bertanya tentang hukum hipnotis. Dan sekarang kebetulan saya menemukan artikel yg pas, silahkan dibaca:

Berikut ini jawaban para ulama dalam komisi riset dan fatwa tentang hukum Hipnotis, semoga bermanfaat

Fatwa Lajnah Da’imah (Komisi Khusus Bidang Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia

Pertanyaan:
Apa hukumnya hipnotis?
dimana dengan kemampuan hipnotis tersebut, pelakunya dapat menerawangkan fikiran korban, lalu mengendalikan dirinya dan bisa membuatnya meninggalkan sesuatu yang diharamkan, sembuh dari penyakit tegang otot atau melakukan pebuatan yang dimintanya tersebut?

Jawaban:
Hipnotis merupakan salah satu jenis sihir (perdukunan) yang mempergunakan jin sehingga si pelaku dapat menguasai diri korban, lalu berbicaralah dia melalui lisannya dan mendapatkan kekuatan untuk melakukan sebagian pekerjaan setelah dirinya dikuasainya. Hal ini bisa terjadi, jika si korban benar-benar serius bersamanya dan patuh. Ini adalah imbalan untuk para penghipnotis karena perbuatan syirik yang mereka persembahkan kepada jin tersebut..

Jin tersebut membuat si korban berada di bawah kendali si pelaku untuk melakukan pekerjaan atau berita yang dimintanya. Bantuan tersebut diberikan oleh jin bila ia memang serius melakukannya bersama si pelaku.

Atas dasar ini, menggunakan hipnotis dan menjadikannya sebagai cara atau sarana untuk menunjukkan lokasi pencurian, benda yang hilang, mengobati pasien atau melakukan pekerjaan lain melalui si pelaku ini tidak boleh hukumnya. Bahkan, ini termasuk syirik karena alasan di atas dan karena hal itu termasuk berlindung kepada selain Allah terhadap hal yang merupakan sebab-sebab biasa dimana Allah Ta'ala menjadikannya dapat dilakukan oleh para makhluk dan membolehkannya bagi mereka.

Wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad Wa Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam

[Kumpulan Fatwa Lajnah Daimah, Juz 11, hal-400-402]

Kesimpulan diatas:

1. Perkara ghaib hanyalah milik Allah, dan tidak ada yang bisa mengetahuinya kecuali melalui perantaraan wahyu.
2. Para dukun, tukang sihir dan para jin saling tolong menolong untuk melakukan kesyirikan. Dan Jin mengabarkan berita masa depan yang dicuri dari langit yang bisa jadi dia terbakar sebelum bisa menyampaikannya, dan para tukang sihir ataupun dukun berbohong dengan seribu kebohongan. Namun, perkataan mereka dipercaya hanya karena kebetulan pernah satu kali benar dikarenakan berita langit yang sampai kepada mereka.
3. Hukum hipnotis yang menggunakan para jin (ilmu gaib dan supra natural), walaupun hasilnya untuk pengobatan ataupun meninggalkan hal yang haram (mis: narkoba, dll) adalah termasuk bentuk kesyirikan. Maka hal ini terlarang.

Catatan tambahan :

Adapun hipnoterapi yang dikembangkan oleh para ahli psikologi dengan mengembangkan teori otak kanan (alam bawah sadar) yang digunakan untuk terapi para pasien maka hal itu tidak termasuk, karena itu adalah ilmu yang ilmiah yang diperbolehkan dan dikembangkan secara logis dengan penelitian. Terapi yang dilakukan para ilmuwan psikolog terhadap para pasien berbeda dengan praktek yang dilakukan oleh para tukang hipnotis (baca: tukang sihir).

Terapi ilmiah menggunakan teknik-teknik tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, dan bisa dijabarkan secara logis. Walaupun secara istilah disebut hipnoterapi (terapi hipnotis) namun secara praktek berbeda dengan hipnotis supranatural. Maka, hukumnya pun terkait pada hakekat bukan pada istilahnya.

Peringatan:

Adapun kebanyakan praktek hipnotis yang berkembang dimasyarakat adalah bentuk yang pertama yang termasuk kedalam kategori sihir, yang menggunakan bantuan Jin. Mereka membungkus perbuatan syirik mereka dengan teori-teori ilmiah otak kanan dan kiri, dengan beragam bukti untuk mengelabui kebanyakan orang, namun pada hakekatnya adalah praktek sihir. Jadi kita perlu hati-hati dan mencermati dengan seksama.

Wallahu ‘Alam

Sumber:
http://serambimadinah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=85:hukum-hipnotis&catid=42:konsultasiagama&Itemid=67 (dengan pengeditan seperlunya)


Senin, 24 Mei 2010

Komplikasi

***
بسم الله الرحمن الرحيم

time is running out…
Tak terasa memang, sudah hampir empat tahun aku tinggal di kota ini, ibukota negara Indonesiaku, alias kota Jakarta, meninggalkan kota kelahiranku Kendari nun jauh disana. Dan tak terasa juga, sekarang aku telah menjadi seorang sarjana, yaah walaupun cuma sarjana-sarjanaan, haha, tapi gapapalah, paling tidak udah menjadi setengah dokter gigi, sebentar lagi insya Allah akan menjadi dokter gigi yang sebenarnya..Amiin.

Kuliah di FKG UI memang gak mudah, terutama semenjak memasuki jenjang profesi alias coas, otak ini tak lagi hanya disibukkan oleh pelajaran, tapi yang lebih penting dari itu adalah mencari pasien beserta requirementnya, yaah, karena tanpa itu, kita gak akan bisa lulus menjadi dokter gigi. Memang berat dan selalu membuat stress orang-orang. Di klinik, tak ada satu hari pun tanpa keluh kesah yang keluar dari mulut anak-anak coas gigi..waww, segitunya kah? Paling tidak begitulah yang aku perhatikan. Hmm…tapi aku selalu mencoba untuk berpikir positif dan optimis. Di saat orang-orang berkeluh kesah dan merasa semuanya begitu berat, aku selalu bersikap sebaliknya, aku mencoba menikmati semuanya selayaknya kita menikmati hidup. Mungkin ini salah satu manfaat dahulu aku sering mengikuti training motivasi dan membaca buku-buku tentang motivasi. Hidup ini tidak selalu datar-datar saja, tapi akan selalu ada dinamika, dan apa yang aku lalui sekarang adalah dinamika itu, dan aku yakin, setelah keluar dari sini aku akan menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Aku selalu heran dengan teman-teman yang setiap memasuki hari senin selalu mengatakan: Duuh, udah senen aja nih, mood gue ancur, masih pengen liburan, dll. Hey…pikir lagi deh, awal aktivitas mu udah dimulai dengan keputus-asaan, gimana akhirnya nanti??? Ingetlah, kita gak akan sampe ke hari jum’at jika tidak melewati hari senin, selasa, rabu, kamis. So, aku cuma pengen pesen ke teman-temanku, hari senin itu adalah hari dimana engkau mengawali mimpimu dalam setiap pekan, maka awalilah dengan senyum dan semangat, dan yang paling penting adalah berdoa kepada Allah, agar dimudahkan dalam segala urusan.

Okelah, itu masalah klinik,,,trus apa hubungannya sama judul “komplikasi”?? hehe, sabar…baru mau masuk ke inti nih…

Hmm..gini, saat ini memang banyak sekali mimpi dan rencana yang berputar-putar dalam otakku, makanya ku sebut saja dengan komplikasi, yang terkadang membuat diri ini bimbang harus memilih rencana yang mana, bagaimana kedepannya, dan macam-macam deh.

Secara formal, aku memang seorang mahasiswa kedokteran gigi, tapi secara informal, aku adalah seorang penuntut ilmu agama. Kalo mo bicara fair-fair-an, tentu ilmu agama adalah yang lebih penting, karena ini menyangkut akhirat, sementara ilmu kedokteran gigi hanyalah ilmu yang dipakai di dunia saja. Makanya aku lebih senang menyebut aktivitasku sebagai penuntut ilmu agama, sembari belajar ilmu kedokteran gigi, walaupun kenyataannya lebih banyak waktu yang kuhabiskan untuk belajar ilmu kedokteran gigi dibanding ilmu agama. Satu hal yang kusadari, sangat sulit untuk menjadi ahli di dua bidang itu secara bersamaan, karena dua ilmu ini perlu keseriusan yang sangat tinggi. Namun aku juga tak ingin melepas salah satunya. Di satu sisi aku ingin sekali menjadi seorang dokter gigi ahli bedah mulut, dan di sisi lain juga ingin ahli di bidang agama. Karena itulah muncul beberapa ide yang mungkin bisa mengakomodir kedua minatku ini, diantaranya:

  1. Ngambil Spesialis bedah mulut di UI, sambil kuliah di Medinah International University (MEDIU), sebuah universitas virtual
  2. Ngambil spesialis bedah mulut di King Saud University, Riyadh, sambil belajar ilmu agama secara informal di Ma’had ilmi riyadh milik Syaikh Shalih Fauzan
  3. Tidak mengambil spesialis bedah mulut dulu, tapi setelah lulus drg.langsung kuliah di Universitas Islam Madinah, ngambil s1 ilmu agama. Sp.BM nya belakangan ajah
  4. Dan kalo ketiga pilihan itu gak kesampaian, belum ada plan lagi nih..hihi

Yah begitulah, yang jelas sekarang aku tetap mencoba istiqomah belajar agama (walaupun berat), dengan rutin mengikuti ta’lim, dan pastinya belajar bahasa arab, karena inilah yang menjadi kunci dalam mempelajari ilmu agama. Alhamdulillah aku telah pernah diberi kesempatan belajar di Jogja pd tahun 2009 yg lalu, tentu itu menjadi dasar yang sangat membantu. Tapi tetap aja, memahami kitab Al-muyassaru fii ‘ilmi nahwi masih belum cukup, mencoba belajar sendiri kitabuttashrif, mukhtarot, dan mulakhos qawaaidil luhghotil arabiyah, juga masih sulit. Yah alhamdulillah, walaupun bahasa arab masih abal bin cetek, tapi tetap mencoba latihan membaca kitab-kitab arab gundul yang aku miliki, seperti: Al-Irsyad ila shahihil I’tiqad, syarhu ushul tsalatsa, Al-Qawaaidul Fiqhiyyah, Al-I’tisham, dan banyak e-book bahasa arab. Yahh, dikit2 nyambung lah..hehe. Makanya, komplikasi berikutnya adalah pengen belajar bahasa arab secara lebih intensif dan dengan bimbingan yang jelas, udah mulai capek meraba-raba sendiri, ditemani kamus al-munawwir, kamus al-mufid (software), kamus java kedaton (website), google translate, dan nanya2 ke temen yang lebih ahli.

Next…
Sekarang aku mempunyai aktivitas baru yakni menekuni seni bela diri Jepang Kendo, latihannya di Hall gulat senayan setiap Jum’at malam. Aku memang menyukai seni bela diri, sebelumnya aku juga pernah menekuni seni bela diri karate, hingga ban biru. Yah, dibanding dengan olahraga, aku merasa lebih berbakat dan lebih menyukai seni bela diri. Hitung-hitung buat pengganti olahraga, gak ada salahnya menekuni seni bela diri ini.

Aktivitas lainku yang tak kalah pentingnya adalah menulis. Kecintaanku dalam dunia tulis menulis mulai muncul sejak aku duduk di bangku SMP, aku senang menulis puisi dan sya’ir, dan akhirnya menjadi kebiasaanku hingga SMA dan sampai sekarang. Setelah banyak belajar agama, aku pun mulai menulis artikel-artikel keagamaan yang aku publish di blog-ku, maupun di notes facebook. Semoga Allah meridhai dan menjaga tulisan-tulisanku tersebut, dan menjadikannya bermanfaat bagi diriku dan bagi siapa saja yang membacanya. Amin.

The last, and the biggest complication is…
Pasti udah bisa nebak lah..hihi jadi malu, ya itu dia, pengen nikah muda…hahaha, pokoknya target maksimal setahun setelah lulus drg.harus udah nikah. Calonnya? Tentu saja belum ada, gampanglah itu (sok2an),,,ckckckck.

Oh ya satu lagi, setelah lulus drg.pengen nyari pengalaman dengan PTT, dan aku sudah mantap utk memilih PTT di daerah tempatku berasal saja, yaah, pengen lebih dekat dengan orang tua dan keluarga aja, setelah 5 tahun berpisah jauh, masa’ pisah lagi…

Jadi, kalo dirunut, mungkin rencana kedepanku akan seperti ini kemungkinannya:
  1. Lulus drg > nikah > PTT > Spesialis di Jakarta atau di Riyadh (sambil belajar ilmu agama)
  2. Lulus drg > PTT > nikah > Spesialis di Jakarta atau di Riyadh (sambil belajar ilmu agama)
  3. Lulus drg > nikah > belajar agama di Madinah > Spesialis

Yayaya, ini hanya rencana, aku hanya bisa berusaha, Allah-lah yang akan menentukan semuanya. Karena Ia lebih tahu mana yang terbaik untuk kita…Doakan aku teman-teman dan saudara-saudaraku…


Jakarta, 24 Mei 2010
23.18

Jumat, 30 April 2010

Keputusan


***
Ketika lelah berkunjung dalam raga yang tak berdaya ini, ku tertegun melihat hantaran mengejutkan nurani yang masih berbisik lirih akan rasa itu. Memaksanya untuk memutuskan satu hal, tapi jiwa ini tak sanggup mengangkat beban sejenis ini, yang baru pertama kali hinggap di selasarnya, tak sempat tuk mengenal, dan ia datang tiba-tiba, menghujam tanpa tahu diri, tanpa tahu apa isi hati ini. Ia tak mendengar derap tertatih saat jiwa ini merangkak mencari arti dan memeluk gelisah. Ia tak melihat goresan-goresan indah berseri yang melayang singgahi pelupuk yang mungkin berkaca-kaca. Karena itulah ia mencoba membidik, dan aku berada di bidikan itu.

Di ujung persimpangan ini, terasa jalan yang semakin berat, semakin menguji kedewasan dan kepahamanku akan hidup ini. Dan setetes demi setetes hikmah tetap mengalir di hati yang masih terus berbolak balik ini. Merekapun berlomba dengan tetesan-tetesan kelabu yang coba disuntikkan oleh gerangan-gerangan di balik tabir hitam pekat tak terlihat.

Sungguh meniti jalan ini adalah sebuah ujian yang nikmat, walau berat berliku. Kesabaran yang bisa membuatnya indah dan rupawan, hiasi kebisingan dunia yang terus menarik ke kanan dan ke kiri, tak tahu arti akan sempurnanya jalan ini. Jalan yang telah dilalui insan-insan luar biasa. Sungguh kumerindukan mereka di tengah segala nyaman maupun penat.

Dan kukembali pada bidikan tadi, memaksaku tuk putuskan sesuatu, yaah, memutuskan sesuatu, dan aku pun memutuskan untuk tidak memutuskan apa-apa.

Ruang Putih Salemba
Sabtu, 1 Mei 2010
00.33

Jumat, 16 April 2010

Sebelum Kau Terlelap


بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Abu Hanifah Al-Furqon Al-kindary

Pendahuluan

Saudaraku yang kucintai, semoga Allah senantiasa merahmati kalian. Begitu banyak nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Terkadang manusia lupa akan nikmat dan karunia tersebut. Salah satu nikmat dan karunia Allah ‘azza wajalla adalah tidur. Tak ada seorangpun manusia yang sanggup hidup tanpa tidur, ia telah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia untuk dapat bertahan hidup. Ia merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala , sebagaimana dalam firman-Nya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” [Ar-Rum (30):23]

Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menjadikan tidur untuk istirahat bagi manusia:

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” [Al-Furqon (25):47]

“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” [An-Naba (78):9-11]

Berkata Syaikh Muhammad Nashir As-Sa’di ketika menfasirkan surat An-Naba ayat 9-11 diatas: “Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat dan menghentikan kesibukan-kesibukan kalian. Apabila kamu terus sibuk, maka itu akan merusak badanmu. Maka Allah menjadikan malam dan tidur yang meliputi manusia agar gerakan-gerakan yang membayakan dapat terhenti sehingga menghasilkan istirahat yang bermanfaat” [1]

Subhanallah, begitu cinta dan sayangnya Allah kepada makhluknya hingga menciptakan tidur rasa kantuk untuk kita, agar kita dapat beristirahat dan terhindar dari gerakan-gerakan yang berbahaya.

Sebagai wujud rasa syukur kita terhadap nikmat Allah yang begitu besar ini, sungguh sangat bermanfaat jika kita mempelajari hal-hal apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum tidur. Sungguh agama ini telah sempurna, dan untuk masalah ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya kepada kita, melalui hadits-haditsnya yang mulia.

Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Tidur

Berikut ini adalah beberapa sunnah sebelum tidur yang saya rangkum:

1. Tidur Dini
Hal ini berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallahu'anha "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat". (Muttafaq alaih) [2]

2. Berwudhu Sebelum Tidur
Barra' bin Azib berkata, "Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Apabila kamu datang ke tempat tidurmu (hendak tidur), berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian kamu tidur miring pada bagian kanan …” (HR.Bukhari) [3]

3. Mengibaskan Sprei Tiga Kali
Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di dalam satu riwayat dikatakan: "tiga kali". (Muttafaq `alaih) [2]

4. Makruh Tidur Tengkurap
Abu Dzar Radhiallahu'anhu menuturkan :"Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka".(H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). [2]

5. Menutup Pintu, Jendela dan Memadamkan Api dan Lampu Sebelum Tidur
Dari Jabir radiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (Muttafaq'alaih)[2]

6. Shalat Witir Sebelum Tidur
Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa khawatir tidak bangun pada bagian akhir malam, hendaknya ia sholat witir pada awal malam…” (HR.Muslim)[4]


Doa dan Zikir Sebelum Tidur

Berikut ini adalah beberapa doa dan zikir sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perlu diketahui bahwa ada banyak doa dan zikir sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun sengaja saya memilih yang ringkas agar mudah untuk diamalkan oleh kita semua.

1. "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila hendak tidur maka membaca, “Dengan Nama-Mu ya Allah, Saya mati dan hidup.” (Bismika Allahumma Amuutu wa Ahya) . Apabila bangun dari tidur maka membaca, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya tempat kembali.” (Al Hamdulillahil-Ladzi Ahyaanaa Ba'da Maa Amaatanaa wa Ilahin-Nusyuur)

[HR. Al-Bukhari 11/113 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/2083; Hishnul Muslim No.105] [5, 6]

Catatan Penting!
Harap diperhatikan lafazh doa sebelum tidur tersebut. Selama ini kita mengenal lafazh yang berbeda, yakni: “bismika allahumma ahya wa amuutu” . Saya belum menemukan referensi tentang riwayat lafazh ini, namun setahu saya, lafazh ini berasal dari riwayat yang dha’if. (Mungkin teman-teman ada yang bisa membantu memberikan referensi, monggo di sharing…)

2. Mengumpulkan dua tapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan Qul huwal-lahu ahad, Qul a’uudzu birabbil falaqi dan Qul a’uudzu birabbin naas. Kemudian dengan dua tapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali.

[HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 9/62 dan Muslim 4/1723; Hishnul Muslim No.99][6]

3. Membaca ayat kursi, karena memiliki keutamaan sebagaimana hadits:
“Siapa yang membacanya (ayat kursi) saat hendak tidur, maka sesungguhnya dia selalu berada dalam perlindungan Allah dan tidak didekati setan hingga pagi hari”

[HR.Bukhari dalam Fathul Baari 4/487; Hishnul Muslim No.100][6]

4. Membaca Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x. “Siapa yang membacanya saat hendak tidur, maka hal itu lebih baik baginya dari (memiliki) seorang pembantu”

[HR. Al-Bukhari 7/71 dalam Fathul Baari dan Muslim 4/209; Hishnul Muslim No.106][6]

5. Membaca 2 ayat terakhir surat Al-Baqarah (Al-Baqarah 285-286). “Siapa yang membaca kedua ayat tersebut, maka keduanya akan mencukupinya”

[HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 9/94 dan Muslim 1/554; Hishnul Muslim No.101] [6]

6. Membaca surat As-Sajdah dan Surat Al-Mulk. Sebagaimana hadits:
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak tidur hingga membaca (Alif laam miim tanziil) [Qs. As-Sajdah/1209], dan [Tabarakal-Ladzi biyadihil Mulku]."

[HR. Tirmidzi dan An-Nasai, dan lihat Shahihul Jami’ 4/255; Hishnul Muslim No.110] [5, 6]

Penutup
Demikianlah tulisan singkat ini. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan semoga tidur anda lebih bermakna…

Ingatlah, dengan melaksanakan amalan-amalan ringan sebelum tidur yang telah dipaparkan diatas, kita dapat meraih keutamaan yang luar biasa dari Allah azza wa jalla. Maka janganlah kita menyia-nyiakannya. Wahai saudaraku, tubuhmu masih sehat dan kuat, maka laksanakanlah sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mulai dari yang kecil dan mudah untuk engkau kerjakan.

Barakallahu fiikum.

Maraji’:

1. Muhammad Nashir As-Sa'di, Tasirul karimir Rahman Fii Tafsiri Kalamil Manan p. 906. www.almeskhat.net
2. Abdul Aziz bin Abullah bin Baaz, Al-Qismu Al-Ilmi (Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari): Dar Al-Wathan.
3. Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Kitab Wudhu, Bab 78: Keutamaan Orang yang Tidur Malam dengan Berwudhu, Hadits No.146, in Ringkasan Shahih Bukhari, SalafiDB. http://sites.google.com/site/salafidb/
4. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Kitab Shalat, Bab Shalat Thathawwu, Hadits No.414, in Bulughul Maram min Adillatil Ahkam
5. Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Bab 506:Doa-doa yang Dibaca ketika Beranjak ke Tempat Tidur in Shahih Adabul Mufrad Imam Al-Bukhari
6. Sa'id bin wahf Al-Qahthani, Bab 28: Bacaan Sebelum Tidur, in Hishnul Muslim (Kumpulan Do'a dari Al-Qur'an dan Hadits)


TULISAN BERIKUTNYA (INSYA ALLAH): Setelah Kau Terlelap…

Kamis, 04 Maret 2010

Dialog pedang bermata dua

***
بسم الله الرحمن الرحيم

Entah bagaimana lagi kuharus menyikapi makhluk yang selalu berbolak-balik ini, di saat ia kembali diuji dengan pedang bermata dua. Saat pilihan benar-benar ada di genggaman, dan pedang itu mesti terhunus dengan salah satu matanya, bukan keduanya. Aku tak memahami, apakah telah sampai waktu yang ditunggu itu, sementara jiwa raga terlalu tidak siap untuknya. Kucoba mengambil cermin jernih dan kuhadapkan pada diri pemikir ini, dan kuurai jaring-jaring gelisah menjadi hiasan terang di depan pelupuk mata, dan ia pun mencoba jadi pelitaku tuk menilai bayangan yang coba goncangkan hati.

Samar terang silih berganti tentang bayangan bidadari hiasan kalbu. Diri ini hampir tak sanggup menahan frekuensi gelombang yang dipancarkannya, luluhlantahkan saraf-saraf sensitif yang menerawang cari aduan. Akhirnya berangan akan bahagia dalam langkah derap rapi, terbang damai bersama angan, jauh susuri belantara mimpi indah.


Cinta…saat semua orang memuja keagungan dan eksistensinya, aku justru mempertanyakannya. Kaki ini telah jauh melangkah, arungi berbagai jalan kehidupan yang penuh misteri. Layaknya sebelumnya, ini adalah jalan yang telah kulalui berulang kali, tapi aku selalu lemah dibuatnya, belum cukupkah pelajaranku tentang ini? Apa perlu aku kembali belajar pada jejak-jejak referensi yang kutulis sendiri? Atau kumenyerah lagi saja padanya?
Oh tidak kawan, itu terlalu mengerikan, hidupmu adalah pelajaranmu, dan kau lebih tahu akan hal itu. Maka engkau terlalu lemah dan hina jika menyerah di ujian ini, di ujian yang telah engkau lalui berulang kali.

Maka pergulatan ini pun terus berlanjut sampai rangkaian kata-kata ini lahir, semakin tak paham, dan kubutuh wasit yang dapat menengahi. Terlalu indahkah ia hingga menyilaukanmu tuk berpikir realistis dan benar? Jawabannya mungkin ia kawan, yah…ia sangat indah, tapi sadarkah kau akan waktumu? sadarkah kau akan dirimu yang belum siap, maka ambillah pedang tadi, dan hunuskanlah sesuai nuranimu!

Aku tercengang dengan jawaban itu, maka kuambillah pedang itu, namun belum kuhunuskan, menunggu nurani reda dalam berkobar, menunggunya semakin bijak, menunggunya bicara tentang kebenaran.

Jakarta, 17 Februari 2010
00.38


Sabtu, 13 Februari 2010

Happy Valentine?

Bismillahirrahmanirrahim

Wah, sebentar lagi tanggal 14 Februari alias hari Valentine, banyak yang bersukacita dan menyambutnya dengan meriah, dan banyak pula yang tidak peduli (salah satunya saya),,hoho, lalu bagaimana penjelasana ulama tentang masasalah ini? Let's check itu out...

Pertanyaan:
Al-Lajnah Ad-Da' imah lil Buhuts Al-'Ilmiyah wal Ifta' ditanya : Setiap tahunnya, pada tanggal 14 Februari, sebagian orang merayakan valentine's day. Mereka saling betukar hadiah berupa bunga merah, mengenakan pakaian berwarna merah, saling mengucapkan selamat dan sebagian toko atau produsen permen membuat atau menyediakan permen-permen yang berwarna merah lengkap dengan gambar hati, bahkan sebagian toko mengiklankan produk-produknya yang dibuat khusus untuk hari tersebut. Bagaimana pendapat Syaikh tentang:

Pertama: Merayakan hari tersebut?
Kedua: Membeli produk-produk khusus tersebut pada hari itu?
Ketiga: Transaksi jual beli di toko (yang tidak ikut merayakan) yang menjual barang yang bisa dihadiahkan pada hari tersebut, kepada orang yang hendak merayakannya?
Semoga Allah membalas Syaikh dengan kebaikan.

Jawaban:

Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha, selain itu, semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bid'ah, kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya, karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah, sehingga dengan begitu pelakunya berarti telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri. Jika hari raya itu merupakan simbol orang-orang kafir, maka ini merupakan dosa lainnya, karena dengan begitu berarti telah bertasyabbuh (menyerupai) mereka di samping merupakan keloyalan terhadap mereka, padahal Allah subhana wa ta’ala telah melarang kaum mukminin bertasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan loyal terhadap mereka di dalam KitabNya yang mulia, dan telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

"Artinya : Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka."
[HR. Abu Dawud dalam Al-Libas (4031), Ahmad (5093, 5094, 5634)]

Valentine's day termasuk jenis yang disebutkan tadi, karena merupakan hari raya orang kafir, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan RasulNya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksaNya. Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik itu berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan RasulNya, sementara Allah Subhana wa ta’ala telah berfirman.

"Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya." [Al-Ma'idah: 2]

Dari itu, hendaknya setiap muslim berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah dalam semua kondisi, lebih-lebih pada saat-saat terjadinya fitnah dan banyaknya kerusakan. Hendaknya pula ia benar-benar waspada agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan orang-orang yang dimurkai, orang-orang yang sesat dan orang-orang fasik yang tidak mengharapkan kehormatan dari Allah dan tidak menghormati Islam. Dan hendaknya seorang muslim kembali kepada Allah dengan memohon petunjukNya dan keteguhan didalam petunjukNya. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat memberi petunjuk selain Allah dan tidak ada yang dapat meneguhkan dalam petunjukNya selain Allah subhana wa ta’ala. Hanya Allah lah yang kuasa memberi petunjuk.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da' imah lil Buhuts Al-'Ilmiyah wal Ifta' (21203) tanggal 22/11/1420H]


[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq]

Sumber: SalafiDB, dengan pengeditan seperlunya.