***
Teman-teman sekalian rahimakumullah, setelah vakum beberapa lama dari dunia blog dan notes, karena laptop yang mati suri, kini saya kembali meramaikan dunia maya untuk berbagi ilmu. Oke, kali ini saya mengambil judul “Ramadhan Undercover”. Sebenarnya judul ini direncanakan akan dijadikan tema IRAMA BPI (Indahnya Ramadhan bersama BPI-->sebuah rangkaian acara ramadhan yang rutin di adakan oleh BPI FKG UI) tahun ini, namun karena ditolak mentah-mentah oleh dosen, gak jadi deh…hehe. So,daripada gak terpakai sama sekali, mending dijadiin judul artikel aja. Selain itu, momennya pun sangat tepat untuk menjelaskan beberapa syubhat (kerancuan) yang muncul menjelang maupun selama bulan ramadhan. Syubhat-syubhat ini telah lama muncul dan telah mendarahdaging di masyarakat, bahkan telah diyakini memiliki keutamaan-keutamaan
Saya mengangkat tema ini, karena melihat masih sangat banyak saudara-saudara kita yang belum paham tentang masalah ini, sehingga masih sering mengamalkannya. Sehingga sebagai seorang muslim, wajib bagi kita untuk mengingatkannya.
Tulisan ini merupakan suat bentuk tashfiyah (pembersihan) dari amalan-amalan yang salah. Namun, bukan untuk menjatuhkan pribadi-pribadi yang melakukan atau meyakini kebenaran amalan-amalan tersebut.
Baiklah, mari kita bahas satu persatu syubhat-syubhat yang dimaksud:
1. Maaf-maafan sebelum masuk Ramadhan
Sudah menjadi hal yang hampir pasti, bahwa setiap menjelang ramadhan, inbox handphone kita jadi FULL dengan sms kata-kata mutiara nan indah, yang intinya adalah mohon maaf lahir dan batin sebelum ramadhan, begitu juga di message atau wall facebook kita. Di dunia nyata pun demikian, satu persatu kerabat kita datang menghampiri kita untuk meminta maaf. Bahkan kadang-kadang orang yang tidak kita kenal pun datang dan tiba-tiba minta maaf (nah lo, kenal aja nggak, ngapain minta maaf mas? Hehe). Hmm…pernahkah teman-teman bertanya atau memikirkan darimana kebiasaan ini berasal? Saya sendiri pun baru saja tahu di awal ramadhan tahun ini, dan sekarang saya akan memberitahu, bahwa kebiasaan ini muncul dari sebuah hadits yang berbunyi:
Menjelang bulan ramadhan, Jibril berdoa kepada Allah: “Ya Allah, tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan ramadhan dia belum meminta maaf kepada kedua orang tuanya, bermaafan antara suami istri, dan bermaafan dengan orang-orang sekitarnya”. Kemudian Rasulullah mengamininya 3 kali.
Wah, ternyata ada haditsnya loh…namun sayang sekali bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ alias palsu. Dan hadits palsu sudah jelas tertolak dan tidak boleh diamalkan sama sekali. Hadits ini tidak pernah ditemukan di kitab-kitab hadits manapun, maka entah siapa yang mengarangnya. Yang jelas, setiap hadits palsu itu selalu datang dari pihak-pihak selain islam, yang ingin menghancurkan islam dari dalam, dengan mengacaukan syariat-syariatnya. Yah, hadits palsu, bagi orang yang tidak paham akan menyebabkan ia melakukan suatu amalan yang tidak pernah disyariatkan, ataupun melakukan amalan yang disyariatkan dengan cara atau keyakinan yang salah. Kalau syariat kita udah kacau, maka akan sangat mudah untuk diserang.
Tidak diragukan lagi, bahwa meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita kepada manusia adalah perbuatan yang baik dan terpuji. Ia juga merupakan salah satu syarat diterimanya taubat seseorang kepada Allah. Karena dosa kepada manusia hanya bisa terhapus jika kita minta maaf kepada orang tersebut, tidak cukup hanya dengan bertaubat kepada Allah.
Untuk mengkhususkan meminta maaf setiap menjelang ramadhan, diperlukan dalil dari Al-Qur’an atau Hadits. Kenyataannya tidak ada satupun ayat maupun hadits shahih yang menerangkannya, dengan kata lain, Rasulullah صلی الله عليه وسلم beserta pada sahabatnya tidak pernah mencontohkannya. Padahal merekalah orang-orang yang paling paham ilmu agama. Jika perbuatan itu baik, tentu mereka akan mendahului kita dalam melaksanakannya.
Adapun waktu yang paling tepat untuk meminta maaf adalah sesegera mungkin setelah kita berbuat salah, atau sesegera mungkin setelah kita ingat pernah berbut salah, jadi gak perlu nunggu ramadhan. Kalau jauh sebelum ramadhan Allah memanggil kita (baca:meninggal), sementara kita belum sempat minta maaf, dan orang itu belum memaafkan kita, kan bisa repot tuh. Jadi saran saya, kalo punya salah sama orang lain, segeralah minta maaf, jangan nunggu besok.
Sekarang pilihan ada di tangan kita, apakah kita tetap mau melestarikan kebiasaan yang berasal dari hadits palsu ini? Atau mulai mencoba meninggalkannya karena Allah, sebagai bentuk penolakan kita terhadap seruan hadits palsu, dan sebagai bentuk kehati-hatian kita dalam beragama.
Catatan: Saya sendiri masih sedikit mengamalkannya di awal ramadhan ini, karena belum tahu. Namun alhamdulillah, Allah memberi saya pemahaman atas masalah ini melalui jalan yang tidak disangka-sangka, dan ini baru saja terjadi, di awal-awal ramadhan ini.
2. Ziarah Kubur Sebelum Masuk Ramadhan
Secara umum, ziarah kubur memang disyariatkan, sebagaimana sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم
زُوْرُوا الْقُبُوْرَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ اْلآخِرَةَ
"Ziarahilah kuburan karena sesungguhnya itu bisa mengingatkan kalian kepada akhirat."
[HR. Muslim dalam Al-Jana'iz (108-976)]
Namun, nabi صلی الله عليه وسلم tidak pernah mengkhususkan suatu waktu untuk berziarah kubur, bahkan beliau melarang untuk berziarah kubur secara rutin:
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai ‘ied (sesuatu yang dikujungi berulang-ulang secara rutin). Bershalawatlah kalian kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku di mana pun kalian berada”
[HR. Abu Dawud dalam Al-Manasik (2042), Ahmad (2/367)]
Yang dimaksudkan dengan ‘ied disini adalah kegiatan yang berulang secara teratur, misalnya setahun sekali, sebulan sekali, 2 minggu sekali, dll. Inilah mengapa hari raya ummat islam disebut dengan ‘ied, karena ia berulang setiap tahun. Maka perhatikan hadits yang mulia ini, jika kuburan nabi saja dilarang untuk dikunjungi secara rutin, maka terlebih lagi kuburan manusia biasa.
Apabila kita menetapkan berziarah kubur setiap awal bulan ramadhan, maka berarti kita telah menjadikan kuburan sebagai ‘ied, dan ini dilarang, berdasarkan hadits diatas.
3. Melafadzkan Niat Setiap Malam Bulan Ramadhan
Kebiasaan ini telah diajarkan kepada kita sejak duduk di bangku SD. Biasanya setiap selesai shalat tarawih, imam berkata: marilah kita sama-sama berniat untuk berpuasa besok. Kemudian dibacalah niat puasa yang telah kita hafal (bahkan telah dijadikan nyanyian oleh Afgan :-] ), yakni: Nawaitu shaumaghadin ‘an ‘ada’ifardhu syahri ramadhana hadzihissanati lillahi ta’ala.
Perlu kita ketahui, bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم beserta para sahabatnya tidak pernah sekalipun melafadzkan niat, baik untuk puasa, shalat, dan ibadah-ibadah lainnya. Adapun lafadz-lafadz nawaitu, ushalli, dll merupakan hal yang diada-adakan oleh manusia. Dan hendaklah kita takut dengan ancaman dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم terhadap perbuatan yang diada-adakan dalam agama, sebagaimana dalam hadits:
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak."
[Disepakati keshahihannya: Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697), Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718)]
Dalam riwayat Muslim disebutkan, bahwa beliau bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak."
[Al-Bukhari menyatakan mu'allaq. Sementara Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718)]
Disebutkan pula dalam shahih Muslim, dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari -rodhiallaahu'anhu-, dari Nabi صلی الله عليه وسلم, bahwa dalam salah satu khutbah Jum'at beliau mengatakan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرُّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
"Amma ba'du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad صلی الله عليه وسلم, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat."
An-Nasa'i pun mengeluarkan hadits ini dengan tambahan,
وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
"dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka."
[HR. Muslim dalam Al-Jumu'ah (867), An-Nasa'i dalam Al-'Idain (3/118-189)]
Yang benar, niat itu tempatnya di dalam hati, dan tidak ada lafadz tertentu yang disyaria’tkan, walaupun kita menganggap lafadz-lafadz itu baik. Karena sesuatu yang baik harus diletakkan pada tempatnya, dan kebaikan yang hakiki adalah dengan mengikuti tuntunan nabi صلی الله عليه وسلم, bukan berdasarkan pendapat pribadi. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik disisi Allah, begitu pula apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk di sisi Allah.
Allah سبحانه و تعالى berfirman:
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allahlah yang maha tahu sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Sederhananya, kalo ingin selamat dalam beragama, maka ikutilah apa yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahamannya para sahabat, karena itu sudah pasti benar dan baik, dan jangan ikuti yang menyelisihinya.
4. Waktu Imsak
Waktu-waktu imsak atau batas akhir sahur, banyak menyebar di jadwal-jadwal imsakiyah ramadhan yang biasa dibagi-bagikan kepada masyarakat, dan sering juga terlihat di TV-TV. Waktu imsak biasanya ditetapkan sekitar 10-15 menit sebelum azan subuh.
Penetapan waktu imsak ini juga tidak pernah ada di jaman nabi صلی الله عليه وسلم. Syekh Utsaimin rahimahullah, ulama besar saudi arabia, ketika ditanya tentang masalah imsak menjawab:Hal ini termasuk bid’ah, tiada dalilnya dari sunnah, bahkan sunnah bertentangan dengannya, karena Allah berfirman di dalam kitabnya yang mulia,
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang merah dari benang putih yaitu fajar”
(Al-Baqarah : 187)
dan Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, makan dan minumlah sampai Ibnu Umi Maktum mengumandangkan adzan, karena dia tidak beradzan sampai terbit fajar”
[Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم. “Janganlah mencegah kalian benar-benar …” (1918) dan Muslim : Kitab Shiyam/Bab Keterangan bahwa masuknya waktu puasa ditandai dengan terbit fajar …” (1092)]
Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Jika salah seorang kalian mendengar adzan padahal gelas ada ditangannya, janganlah ia letakan hingga memenuhi hajatnya."
[HR Abu Daud (235), Ibnu Jarir (3115), Al-Hakim (1/426), Al-Baihaqi (2/218), Ahmad (3/423), dari jalan Hamad dari Muhammad bin Amr dari Abi Salamah dari Abu Hurairah sanadnya HASAN]
Jadi yang benar, batas waktu untuk makan dan minum adalah sampai terbit fajar, atau sederhananya ketika azan subuh. Itupun kita masih diberi keringanan jika makanan atau minuman kita belum habis(tinggal dikit, nanggung), maka masih diperbolehkan menghabiskannya.
Orang yang mendukung imsak ini kebanyakan berdalih bahwa hal tersebut dilakukan untuk kehati-hatian. Maka kita katakan kepada mereka: itu bukanlah suatu kehati-hatian tapi sesuatu yang berlebih-lebihan, bahkan cenderung tidak mau memanfaatkan keringanan yang diberikan oleh Allah, padahal Allah tidak ingin menyulitkan kita dalam beribadah.
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (Al-Baqarah:185)
Dan ketika Allah memberi kita keringanan, maka hal itu diibaratkan seperti manusia yang bersedekah. Kita tentu senang jika sedekah kita diterima oleh orang. Begitu pula Allah akan senang jika sedekahnya diterima oleh hamba-Nya, dan sedekah Allah berupa keringanan-keringanan dalam beribadah (misalnya: shalat jamak qashar, tidak wajib puasa bagi orang sakit, dll)
Ditambah lagi ada contoh dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan para sahabatnya yang membolehkan makan dan minum sampai tiba azan subuh. Apakah kita merasa lebih baik dan lebih paham masalah agama dari Rasulullah dan para sahabatnya. Padahal sekali lagi, merekalah orang yang paling paham tentang ilmu agama.
5. Doa berbuka puasa
Doa berbuka puasa yang benar adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabazhoma‘u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allahu
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”
[HR. Abu Dawud (2/306), Baihaqi (4/239), Al Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Ad Daraquthni III/1401 no. 2247. hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Irwaa-ul Ghaliil no. 920. Lihat Hisnul Muslim Bab Doa Buka Puasa]
Sementara doa yang diajarkan kepada kita sejak SD, berasal dari sebuah hadits:
Dari Mu'adz bin Zuhrah, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan:
"Allahumma lakasumtu wabika amantu wa’ala rizqika afthortu …”
[HR Abu Dawud no. 2358, Baihaqi 4/239 dan lainnya]
Hadits tersebut di atas dikatakan mursal karena Mu’adz bin Zuhrah adalah
seorang tabi’in bukan seorang sahabat, jadi ada sanadnya yang terputus antara sahabat dan tabi'in sehingga haditsnya dikategorikan dha’if.
Nah…ini dia sedikit penjelasan tentang hal-hal tentang ramadhan yang selama ini kita anggap biasa, namun ternyata salah dalam timbangan syari’at. Tentu saja ini baru sebagian kecil yang saya ketahui. Masih banyak lagi hal-hal semacam ini yang belum sempat dijelaskan. Maka saya sarankan untuk banyak-banyak mencari tahu, dengan bertanya kepada orang yang berilmu atau dengan membaca. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan manfaat. Wallahu ta ‘ala a’lam bishawab.
Referensi:
1. Al-Qu’anul Karim
2. Sifat Puasa Nabi. Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
3. Hishnul Muslim. Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahtani
4. Artikel:Hukum Menziarahi Kuburan dan Membacakan Surat Al-Fatihah Di Kuburan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz. E-Book SalafiDB
5. Artikel:Hukum mengusahakan berziarah ke kuburan nabi صلی الله عليه وسلم oleh: Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al-Jibrin. E-Book SalafiDB
6. Artikel:Apakah imsak memiliki dalil dari as-sunnah ataukah merupakan bid'ah? Oleh: Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin. E-Book SalafiDB
7. Hadits Dha'if dan Hasan Tentang Doa Berbuka Puasa. http://www.mail-archive.com/manhaj-salaf@yahoogroups.com/msg00413.html
8. Hadits shahih dan dho’if Seputar Puasa Ramadhan. http://al-ilmu.web.id/index.php/category/ahlussunnahwebid/page/7/
Sabtu, 29 Agustus 2009
Rabu, 29 Juli 2009
Bekal buat komputer kita di bulan Ramadhan
***
Ramadhan sebentar lagi, salah satu persiapan yang perlu kita lakukan adalah persiapan ilmu. Nah, maka dari itu, saya menyiapkan untuk teman-teman sekalian e-books yang insya Allah bermanfaat untuk menyambut dan menjalani bulan Ramadhan:
1. Sifat Puasa Nabi (Syaikh Salim bin 'Id Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid)
2. Tuntunan Ramadhan (Syaikh Muhammad Ibn Jaarullah Al Jaarullah)
3. Fatwa-Fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa(Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
)

4. Kumpulan Artikel Ilmiyah Seputar Sholat Tarawih dan Qunut Witir

Semoga Bermanfaat...Barakallahu fiikum
Ramadhan sebentar lagi, salah satu persiapan yang perlu kita lakukan adalah persiapan ilmu. Nah, maka dari itu, saya menyiapkan untuk teman-teman sekalian e-books yang insya Allah bermanfaat untuk menyambut dan menjalani bulan Ramadhan:
1. Sifat Puasa Nabi (Syaikh Salim bin 'Id Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid)
2. Tuntunan Ramadhan (Syaikh Muhammad Ibn Jaarullah Al Jaarullah)
3. Fatwa-Fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa(Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
)

4. Kumpulan Artikel Ilmiyah Seputar Sholat Tarawih dan Qunut Witir

Semoga Bermanfaat...Barakallahu fiikum
Senin, 20 Juli 2009
Sandiwara Langit - Bukan Sekedar Sandiwara
Judul : Sandiwara Langit: Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman
Penulis : Abu Umar Basyier
Penerbit : Shofa Media Publika
Tebal (halaman) : i-xx + 212 + cover
Melihat judulnya sekilas, anda mungkin akan berpikir bahwa ini adalah novel yang berisi cerita fiktif semisal karya-karya Habiburrahman El-Shirazy yang katanya menyejukkan hati. Atau malah buku yang mengupas hukum sandiwara dalam islam. Jawabannya adalah bukan.
Kata sandiwara bagi sebagian orang identik dengan cerita fiktif, padahal tidaklah demikian. Pengertian “sandiwara” dipaparkan pada komentar penduluan yang dibawakan oleh Mahfudz Siddiq, Lc, MA di halaman xv buku ini:
Secara etimologis, kata “sandiwara” berarti drama, kumpulan beberapa babak atau fragmen dalam kehidupan, fiktif ataupun non fiktif.
Pada halaman yang sama, juga dijelaskan maksud dari kata “langit”, yakni:
Sedangkan pengertian langit disini menunjuk kepada “sutradara” yakni yang maha mengatur alam semesta, Allah subhana wa ta’ala.
Buku ini menceritakan kisah nyata seorang pemuda saleh bernama Rizqaan (Semua nama pelaku disamarkan oleh penulis), yang saat berusia 18 tahun (tamat SMA) sangat ingin untuk menikah.
“saya sadar, saya masih terlalu hijau untuk menikah. Tapi saya masih lebih sadar bahwa tanpa menikah, saat ini saya merasa tak kuat menahan godaan syahwat” (hal.2)
Ia pun mendatangi seorang ustadz dan menceritakan keinginannya itu. Ia telah memiliki seorang calon, dan ia ingin melamarnya. Wanita saleha itu bernama Halimah. Namun masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Ustadz pun menanyakan hal itu, anda pasti bisa menebak apa yang mengganjal di jatinya. Yah..orang tua wanita itu ingin agar suami anaknya adalah lelaki yang sudah mapan, paling tidak telah memiliki sebuah pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarga, sementara ia sama sekali belum memiliki pekerjaan. Sang ustadz pun menjelaskan bahwa syarat yang diajukan oleh orang tua wanita itu logis dan tidak melanggar syariat, karena salah satu kewajiban suami adalah menafkahi istri. Selanjutnya sang ustadz membawakan dalil-dalil dan perkataan ulama, mengenai masalah tersebut.
Singkat cerita, akhirnya orang tua Halimah mengizinkan Rizqaan menikahi putrinya, namun dengan sebuah syarat/tantangan yang bisa dibilang cukup aneh.
Ia menantang, bahwa dalam sepuluh tahun saya harus dapat member penghidupan layak buat putrinya. Kami sudah harus memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bila tidak, ia meminta saya menceraikannya. Dan uniknya, dia minta hal itu diucapkan saat akad nikah. Sebagai syarat. (Hal.11-12)
Syarat inilah yang akan menjadi inti dari kisah ini. Mereka pun menikah dan menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri yang berbahagia. Berbagai cobaan, baik suka dan duka mereka lalui, untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Lantas apakah yang terjadi selama sepuluh tahun itu? Dan bagaimana akhir dari kisah ini? Sebaiknya saya tidak menceritakannya disini, silahkan membaca bukunya.
Kisah dalam buku ini diceritakan secara sederhana dan wajar oleh sang penulis, tanpa ada dramatisasi yang berlebihan. Latar belakang penulis yang merupakan seorang ustadz tentu memiliki gaya penulisan yang berbeda dengan seorang novelis. Dalam penulisan buku ini, penulis berkonsultasi langsung dengan pelaku, yakni Rizqaan dan ustadz itu. Kisah ini dituturkan dalam sudut pandang ustadz itu. Dalam proses penulisan, penulis juga meminta pelaku untuk membaca terlebih dahulu manuskrip dari buku ini dan meminta mereka untuk mengoreksi.
Secara umum, saya bisa mengatakan bahwa buku ini sungguh luar biasa. Sebuah kisah nyata yang mengharukan, sampai-sampai saya berkali-kali tak dapat menahan tangis. Namun bukan sekedar kisah yang mengharukan, tapi juga banyak pelajaran hidup dan pelajaran agama. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya nukilan ayat Al-Qur’an dan hadits yang diselipkan pada dialog-dialognya. Karenanya berbagai pelajaran dan hukum yang ada terkesan mengalir dan mudah ditangkap oleh pembaca. Kesannya mungkin akan lain, bila pelajaran tadi disuguhkan tidak dalam bentuk cerita. Bagi orang awam, kisah seperti ini tentu terasa lebih menarik, karena terdapat sisi hiburan dan nilai-nilai agama sekaligus.
Silahkan membeli bukunya di toko buku terdekat, atau kalau gak mau, silahkan pinjam pada orang yang punya…Selamat membaca.
Yogyakarta, 19 Juli 2009
06.34
Rabu, 15 Juli 2009
Zikir Pagi Dan Petang: Ringan Di Lidah, Berat Di Timbangan Amal
***
PENDAHULUAN
Ketika mendengar kata zikir pagi dan petang, mungkin yang ada di pikiran teman-teman adalah wirid-wirid yang panjang-panjang dan banyak, sehingga kita sudah alergi duluan buat ngafalinnya. Wah…sayang banget kan, padahal zikir itu adalah kewajiban yang punya keutamaan yang sangat besar.
Nah…untuk itu, disini saya akan memaparkan beberapa zikir pagi dan petang yang insya Allah ringan di lidah kita, dan sebagian mungkin sudah familiar di telinga kita, dan saya yakin ada beberapa yang sudah teman-teman hafal. Zikir-zikir ini saya pilih dari kitab Hisnul Muslim karya Syekh Sa’id bin Wahf Al-Qathani. Kitab ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul: Kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan Hadits. E-book nya juga telah tersedia, bagi yang mau bisa di download disini.
Sedikit penjelasan tentang kitab hisnul muslim: Kitab ini merupakan kitab yang berisi kumpulan doa-doa dan zikir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang disusun dalam 132 bab dan terdiri dari 267 hadits. Kitab ini telah ditakhrij hadits-haditsnya dan terdapat 9 hadits yang lemah/dha’if. Namun, jangan khawatir, karena zikir-zikir pagi petang yang saya bawakan disini diambil dari hadits yang shahih, insya Allah. Untuk mengetahui hadits-hadits mana yang lemah, bisa merujuk pada e-book yang link downloadnya telah saya berikan diatas.
KEUTAMAAN BERZIKIR
Sebelum kita masuk ke zikir pagi dan petang yang saya sebutkan tadi, ada baiknya kita mengetahui dulu keutamaan-keutaman Dzikrullah/mengingat Allah. Berikut beberapa ayat dan hadits yang menyebutkan keutamaan-keutamaannya:
Allah Ta’ala berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)”. (Al-Baqarah, 2:152)
“Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42)
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35)
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (Al-A’raaf, 7:205)
Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 11/208)
Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. (HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari)
Dan banyak lagi dalil yang menyebutkan keutamaan-keutamaan tersebut.
PEMBAHASAN
Oke, kita masuk ke pokok bahasan, berikut ini zikir-zikir pagi dan petang yang insya Allah mudah untuk diamalkan. Perlu diingat bahwa zikir pagi dan petang yang diajarkan Rasulullah bukan hanya yang saya sebutkan ini, namun masih banyak yang lain. Namun ini yang saya anggap paling ringan dan mudah.
1.Hadits no 75
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ---- اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah: 255)"
“Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari.”
[HR. Al-Hakim, 1/562. Al-Albani berpendapat hadits tersebut shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273 dan beliau menisbatkan hadits tersebut kepada An-Nasa’i dan Ath-Thabrani, beliau berkata, isnad Ath-Thabrani jayyid’]
Komentar saya:
Mudah kan? tinggal baca audzubillahiminasyaitanirrajim, truz dilanjutin Al-Baqarah ayat 255 alias ayat kursi (udah pada hafal dong?). Hmm...keutamaannya juga mantap tuh, dapet perlindungan dari gangguan jin.=)
2.Hadits no 76
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut (surat Al-ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) tiga kali setiap pagi dan sore hari, maka dicukupkan baginya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidzi 5/567 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/182)
Komentar saya:
Surat 3-Qul, saya yakin teman-teman sudah menghafalnya sejak SD, jadi gak ada alasan untuk mengatakannya sulit
3.Hadits no 91
(100x) سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه
"Subhanallahi Wabihamdihi"
“Maha Suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca seratus kali). (HR. Muslim 4/2071)
Komentar saya:
Ini juga pasti mudah, dalam sekali baca pasti udah bisa hafal kan?
3.Hadits no 93
(لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (100× إذا أصبح
"Laa ilaha illallahu wahdahu laa sayariikalahu, lahulmulku walahulhamdu, wa huwa 'ala kulli syai in qadir"
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca seratus kali setiap pagi hari).
“Barangsiapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindung-an dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” (HR. Al-Bukhari 4/95; Muslim 4/2071)
Komentar saya:
Gak panjang-panjang amat, sehari juga bisa dihafalin. Dan liatlah bagaimana keutamaan dari wirid ini, subhanallah...mau?
5.Hadits no 96
(أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. (100× في اليوم
"Astaghfirullaha wa atuubu ilaihi"
"Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepadaNya. (Dibaca 100 kali dalam sehari)." (HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/101, dan Muslim 4/2075)
Komentar saya:
Gak ada orang yang luput dari dosa, jadi sering2lah bertaubat kepada Allah. Wirid ini bisa jadi pilihan. Dan sekali lagi, ini sangat mudah untuk dihafalkan. Bacalah dimana saja ketika kita ingat (kecuali di WC), sambil jalan, duduk, tiduran, dll...pasti bisa dan sempat.
6.Hadits no 97
(أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. (3× إذا أمسى
"Audzu bi kalimatillahittammati min syarri ma khalaqa"
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya. (Dibaca 3 kali pada sore hari"
“Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, dia tidak akan tertimpa demam pada malam itu" ,dalam riwayat lain: "tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu”. (HR. Ahmad 2/290, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 590 dan Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan Tuhfatul Akhyar, hal. 45.)
Komentar saya:
Doa yang sangat menarik...saya menyebutnya "DOA ANTI-PIRETIK". Silahkan dihafalkan dan diamalkan, mencegah demam kan lebih baik, ya itung-itung mengurangi konsumsi paracetamol.
7.Hadits no 98
(xاَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ. (10
"Allahumma shalli wa sallim 'ala nabiyyina muhammadin (10x)"
“Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari, dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat.” (HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273)
Komentar saya:
siapa yang gak mau syafaat/pertolongan dari Rasulullah di hari kiamat? padahal hanya beliaulah yang bisa memberi syafaat pada ummat islam di hari itu
PENUTUP
Alhamdulillah, inilah 7 zikir pagi dan petang yang insya Allah mudah untuk dihafalkan dan diamalkan. Kalo ingin mengetahui zikir dan doa yang lain-lain, silahkan merujuk langsung pada kitab sumbernya (HISNUL MUSLIM).
Wallahu ta'ala a'lam bishawab
Semoga bermanfaat.
Barakallahu fiikum
Yogyakarta, 15 Juli 2009
23.42
PENDAHULUAN
Ketika mendengar kata zikir pagi dan petang, mungkin yang ada di pikiran teman-teman adalah wirid-wirid yang panjang-panjang dan banyak, sehingga kita sudah alergi duluan buat ngafalinnya. Wah…sayang banget kan, padahal zikir itu adalah kewajiban yang punya keutamaan yang sangat besar.
Nah…untuk itu, disini saya akan memaparkan beberapa zikir pagi dan petang yang insya Allah ringan di lidah kita, dan sebagian mungkin sudah familiar di telinga kita, dan saya yakin ada beberapa yang sudah teman-teman hafal. Zikir-zikir ini saya pilih dari kitab Hisnul Muslim karya Syekh Sa’id bin Wahf Al-Qathani. Kitab ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul: Kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan Hadits. E-book nya juga telah tersedia, bagi yang mau bisa di download disini.
Sedikit penjelasan tentang kitab hisnul muslim: Kitab ini merupakan kitab yang berisi kumpulan doa-doa dan zikir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang disusun dalam 132 bab dan terdiri dari 267 hadits. Kitab ini telah ditakhrij hadits-haditsnya dan terdapat 9 hadits yang lemah/dha’if. Namun, jangan khawatir, karena zikir-zikir pagi petang yang saya bawakan disini diambil dari hadits yang shahih, insya Allah. Untuk mengetahui hadits-hadits mana yang lemah, bisa merujuk pada e-book yang link downloadnya telah saya berikan diatas.
KEUTAMAAN BERZIKIR
Sebelum kita masuk ke zikir pagi dan petang yang saya sebutkan tadi, ada baiknya kita mengetahui dulu keutamaan-keutaman Dzikrullah/mengingat Allah. Berikut beberapa ayat dan hadits yang menyebutkan keutamaan-keutamaannya:
Allah Ta’ala berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)”. (Al-Baqarah, 2:152)
“Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42)
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35)
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (Al-A’raaf, 7:205)
Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 11/208)
Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. (HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari)
Dan banyak lagi dalil yang menyebutkan keutamaan-keutamaan tersebut.
PEMBAHASAN
Oke, kita masuk ke pokok bahasan, berikut ini zikir-zikir pagi dan petang yang insya Allah mudah untuk diamalkan. Perlu diingat bahwa zikir pagi dan petang yang diajarkan Rasulullah bukan hanya yang saya sebutkan ini, namun masih banyak yang lain. Namun ini yang saya anggap paling ringan dan mudah.
1.Hadits no 75
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ---- اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah: 255)"
“Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari.”
[HR. Al-Hakim, 1/562. Al-Albani berpendapat hadits tersebut shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273 dan beliau menisbatkan hadits tersebut kepada An-Nasa’i dan Ath-Thabrani, beliau berkata, isnad Ath-Thabrani jayyid’]
Komentar saya:
Mudah kan? tinggal baca audzubillahiminasyaitanirrajim, truz dilanjutin Al-Baqarah ayat 255 alias ayat kursi (udah pada hafal dong?). Hmm...keutamaannya juga mantap tuh, dapet perlindungan dari gangguan jin.=)
2.Hadits no 76
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut (surat Al-ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) tiga kali setiap pagi dan sore hari, maka dicukupkan baginya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidzi 5/567 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/182)
Komentar saya:
Surat 3-Qul, saya yakin teman-teman sudah menghafalnya sejak SD, jadi gak ada alasan untuk mengatakannya sulit
3.Hadits no 91
(100x) سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه
"Subhanallahi Wabihamdihi"
“Maha Suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca seratus kali). (HR. Muslim 4/2071)
Komentar saya:
Ini juga pasti mudah, dalam sekali baca pasti udah bisa hafal kan?
3.Hadits no 93
(لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (100× إذا أصبح
"Laa ilaha illallahu wahdahu laa sayariikalahu, lahulmulku walahulhamdu, wa huwa 'ala kulli syai in qadir"
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca seratus kali setiap pagi hari).
“Barangsiapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindung-an dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” (HR. Al-Bukhari 4/95; Muslim 4/2071)
Komentar saya:
Gak panjang-panjang amat, sehari juga bisa dihafalin. Dan liatlah bagaimana keutamaan dari wirid ini, subhanallah...mau?
5.Hadits no 96
(أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. (100× في اليوم
"Astaghfirullaha wa atuubu ilaihi"
"Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepadaNya. (Dibaca 100 kali dalam sehari)." (HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/101, dan Muslim 4/2075)
Komentar saya:
Gak ada orang yang luput dari dosa, jadi sering2lah bertaubat kepada Allah. Wirid ini bisa jadi pilihan. Dan sekali lagi, ini sangat mudah untuk dihafalkan. Bacalah dimana saja ketika kita ingat (kecuali di WC), sambil jalan, duduk, tiduran, dll...pasti bisa dan sempat.
6.Hadits no 97
(أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. (3× إذا أمسى
"Audzu bi kalimatillahittammati min syarri ma khalaqa"
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya. (Dibaca 3 kali pada sore hari"
“Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, dia tidak akan tertimpa demam pada malam itu" ,dalam riwayat lain: "tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu”. (HR. Ahmad 2/290, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 590 dan Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan Tuhfatul Akhyar, hal. 45.)
Komentar saya:
Doa yang sangat menarik...saya menyebutnya "DOA ANTI-PIRETIK". Silahkan dihafalkan dan diamalkan, mencegah demam kan lebih baik, ya itung-itung mengurangi konsumsi paracetamol.
7.Hadits no 98
(xاَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ. (10
"Allahumma shalli wa sallim 'ala nabiyyina muhammadin (10x)"
“Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari, dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat.” (HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273)
Komentar saya:
siapa yang gak mau syafaat/pertolongan dari Rasulullah di hari kiamat? padahal hanya beliaulah yang bisa memberi syafaat pada ummat islam di hari itu
PENUTUP
Alhamdulillah, inilah 7 zikir pagi dan petang yang insya Allah mudah untuk dihafalkan dan diamalkan. Kalo ingin mengetahui zikir dan doa yang lain-lain, silahkan merujuk langsung pada kitab sumbernya (HISNUL MUSLIM).
Wallahu ta'ala a'lam bishawab
Semoga bermanfaat.
Barakallahu fiikum
Yogyakarta, 15 Juli 2009
23.42
Selasa, 30 Juni 2009
Ketika Cinta...
***
Ketika aku mencari eksistensi kecintaan kepada makhluk. Maka aku tidak menemukan apa-apa kecuali angan-angan dan kekosongan.
Namun ketika aku mengenal kecintaan kepada sang Khalik. Maka disitulah aku menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Payakumbuh, 27 Juni 2009
21.00
Ketika aku mencari eksistensi kecintaan kepada makhluk. Maka aku tidak menemukan apa-apa kecuali angan-angan dan kekosongan.
Namun ketika aku mengenal kecintaan kepada sang Khalik. Maka disitulah aku menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Payakumbuh, 27 Juni 2009
21.00
Aku Ingin
***
Aku ingin mengabadikan saat-saat dalam hidupku dengan untaian kata-kata yang indah dan bijak
Aku ingin menulis semua yang aku tahu
Aku ingin orang-orang mengetahui semua yang aku tahu
Aku ingin mereka mengambil pelajaran darinya
Aku ingin meninggalkan lembaran-lembaran ilmu yang bermanfaat, meskipun aku tak lagi di dunia
Aku ingin seperti mereka...para Ulama
Payakumbuh, 27 Juni 2009
00.36
Aku ingin mengabadikan saat-saat dalam hidupku dengan untaian kata-kata yang indah dan bijak
Aku ingin menulis semua yang aku tahu
Aku ingin orang-orang mengetahui semua yang aku tahu
Aku ingin mereka mengambil pelajaran darinya
Aku ingin meninggalkan lembaran-lembaran ilmu yang bermanfaat, meskipun aku tak lagi di dunia
Aku ingin seperti mereka...para Ulama
Payakumbuh, 27 Juni 2009
00.36
Minggu, 14 Juni 2009
Masih Misteri
Masih Misteri
Senyum itu, tanda apakh?
Menyapa hati, tnpa kata..
Di ujung kasih, masih brtanya, pada siang bnderang
Diantara lelah dan riuh
kuambil tanya, dan jadikan diam.
Jdikan sekat senyum itu, yg msh tertutup.. sbagai misteri, masih misteri..smpai wktu yg dinanti
desa Cikuntul,Karawang,Jabar
14 juni 2009
14.17
Senyum itu, tanda apakh?
Menyapa hati, tnpa kata..
Di ujung kasih, masih brtanya, pada siang bnderang
Diantara lelah dan riuh
kuambil tanya, dan jadikan diam.
Jdikan sekat senyum itu, yg msh tertutup.. sbagai misteri, masih misteri..smpai wktu yg dinanti
desa Cikuntul,Karawang,Jabar
14 juni 2009
14.17
Langganan:
Postingan (Atom)

